Friday, September 17, 2010

RESTORAN KANIBAL DI JERMAN BUTUH TUBUH UNTUK DI MASAK

Sebuah iklan restoran di Berlin, mengundang siapa saja yang ingin menyumbangkan tubuhnya untuk dijadikan menu makan malam di restoran tersebut.

Restoran Flime, nama restoran itu, tidak menyebutkan alamatnya. Mereka hanya menyebut berada di Berlin dan akan mulai buka pada 8 September 2010.

Menurut seorang politisi setempat kepada harian Der Speigel, mengatakan, iklan tersebut mungkin hanya strategi pemasaran supaya laku. Dalam iklan itu disebutkan juga bahwa anggota member yang ingin ikut menyantap menu makan daging manusia, agar mendaftar dan menjawab sejumlah pertanyaan di formulir. Termasuk pertanyaan tentang apakah anggota sering melakukan fitness di gym, atau apakah sedang hamil.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, restoran mengklaim bahwa mereka terinsipirasi oleh ritual yang mereka sebut “Compassionate Cannibalism” atau “Kanibalisme Penuh Kasih” yang dilakukan suku Waricaca di pedalaman Brasil.

Website restoran tersebut menjelaskan, "Kami melihat pesta ini sebagai tindakan rohani, di mana semangat dan kekuatan makhluk dikonsumsi dan diberikan kepada para tamu."

Sementara, Michael Braun, Wakil Ketua Partai Berlin Kristen Demokrat, mengatakan, kepada harian Bild bahwa ia telah menerima email restoran ini dan mengeluhkannya.

"Saya pikir ini adalah lelucon menyesatkan, Tapi ini tidak lucu dan menjijikkan, apalagi seorang penduduk Berlin dibunuh oleh seorang kanibal belum lama ini," kata Braun.

Yang dimaksud Braun adalah Armin Meiwes, kanibal gadungan yang dihukum tahun 2006 setelah membunuh dan makan seorang penduduk Berlin bernamaJurgen Bernd Brandes, seorang teknisi komputer.

Brandes secara sukarela meminta untuk dimakan oleh Meiwes pada tahun 2001.Meiwes memotong penis Brandes dan memakannya setelah sebelumanya dimasak dengan bawang putih, garam dan merica.

Dia terus makan mayat Jurgen Bernd Brandes sampai beberapa bulan sebelum ditangkap polisi. Ketika ditangkap, Meiwes telah menyantap daging Brandes seberat 44 ponds

No comments:

Post a Comment

Popular Posts