
Para dokter di sebuah rumah sakit di
Saat ia datang ke rumah sakit dan meminta dokter membuang “Bisul” itu. Ternyata itu bukan bisul tapi sebuah peluru yang selama ini bersarang di kepalanya tanpa diketahui olehnya.
Soal bagaimana proyektil peluru berdiameter tersebut 5,6 mm bisa ada di kepalanya, Pria itu tak tahu. Ia hanya mencoba mengingat bahwa, ada suatu kejadian membuat kepalanya tertembak sekitar tengah malam dalam pesta Tahun Baru pada 2004 atau 2005. Tetapi ia sendiri tak tahu persis, sbeab saat itu ia "mabuk berat".
"Ia memberi tahu kami ia memang ingat bahwa kepalanya perih, tapi ia tak pergi ke dokter," kata juru bicara polisi setempat seperti dikutip wartakotalive.com.
Namun polisi mengaku tidak akan memperkarakan kasus ini karena peluru tersebut mungkin memasuki kepala pria itu sewaktu orang yang bersuka-ria melepaskan tembakan sewaktu menyambut Tahun Baru.
No comments:
Post a Comment